Selasa, 30 September 2014

Biaya maintenance kendaraan, dikapitalisasi atau dibiayakan?

Ketika kendaraan di-maintenance, muncul pertanyaan: apakah pengeluaran untuk maintenance dikapitalisasi (cost) atau dibiayakan (expense)?

Dikapitalisasi maksudnya ditambahkan ke nilai buku kendaraan dan disajikan di Laporan Neraca sisi aktiva. Jurnalnya:

(D) Kendaraan    XXX
(K) Kas/Utang    XXX

Dibiayakan maksudnya langsung diakui sebagai biaya dan disajikan di Laporan Rugi-Laba. Jurnalnya:

(D) Biaya Maintenance    XXX
(K) Kas/Utang    XXX

Jawabannya: lihat manfaat dan materialitasnya. Kalau pengeluaran maintenance itu dianggap mampu memberikan manfaat lebih dari satu tahun (satu periode akuntansi) dan nilai pengeluaran maintenance-nya mahal (dianggap material) maka sebaiknya dikapitalisasi.

Kalau pengeluaran maintenance-nya murah dan ringan-ringan saja maka sebaiknya langsung saja dibiayakan.        

Senin, 29 September 2014

Beda antara cost dengan expense

Apa beda antara cost dengan expense?

ARTI
Cost, di-Indonesia-kan menjadi kos, adalah pengeluaran untuk memperoleh aset. Biasa diistilahkan capital expenditure. Contoh: beli kendaraan, beli material produksi, beli mesin & peralatan, dan lainnya.

Expense, di-Indonesia-kan menjadi biaya atau beban, adalah pengeluaran untuk memperoleh pendapatan. Biasa diistilahkan revenue expenditure. Contoh: bayar gaji, bayar transportasi, dan lainnya.

MANFAAT
Dari sisi manfaat, cost dirasakan manfaatnya lebih dari satu tahun (satu periode akuntansi), sedangkan expense tidak lebih dari satu tahun.

LAPORAN
Dari sisi laporan, cost dilaporkan pada Laporan Neraca sisi aktiva, sedangkan expense dilaporkan pada Laporan Rugi-Laba.

COST MENJADI EXPENSE
Dalam perjalanannya, cost akan berangsur-angsur menjadi expense. Contoh: ketika kita beli mesin maka itu cost. Setiap tahun mesin itu menyusut. Penyusutan dari mesin itu adalah expense.  

Kamis, 18 September 2014

Kas

Kas berasal dari bahasa Inggris, cash, yang berarti tunai. Dalam akuntansi, kas diartikan uang tunai. 

Dalam perusahaan, posisi kas ada dua: kas di brankas (cash in hand) dan kas di bank (cash in bank). Kas yang ada pada orang lain disebut piutang. Kas yang ada pada karyawan tanpa disetor kepada kasir disebut kas yang dikorupsi. Hehe... 

Di Neraca sisi sebelah kiri, kas menempati posisi paling atas, menyusul bank dan seterusnya. Penempatan itu diurutkan berdasarkan tingkat likuiditasnya (kecepatan cairnya).

Ukuran kecepatan cairnya sederhana saja: kalau mau beli materai, lebih cepat pakai uang dari mana, dari kasir (brankas) atau dari bank? Tentu dari kasir.

Kalau ada perusahaan yang mengalami krisis likuiditas, itu dimaknakan perusahaan lagi krisis uang tunai.

Dalam pencatatan (jurnal), pertambahan kas dan bank dicatat di sebelah debit, sedangkan pengurangannya dicatat di sebelah kredit.

Ingat, kas bagi perusahaan ibarat darah bagi manusia, jadi harus dikelola sebaik-baiknya.

Selasa, 16 September 2014

Jurnal itu catatan harian transaksi

JURNAL (dalam bahasa Inggris disebut journal) berarti catatan harian. Dalam akuntansi diartikan sebagai catatan harian transaksi.

Maka dari itu, dalam urusan jurnal, akuntan harus:

1. Mencatat transaksi pada hari itu juga, jangan ditunda-tunda sampai besok.

2. Mencatat transaksi berdasarkan bukti (prinsip obyektifitas). Dalam akunting, bukti-bukti harus lebih terang daripada cahaya.

3. Mencatat transaksi yang hanya terukur nilainya dalam rupiah (prinsip keterukuran (measurement) atau unit moneter).

Senin, 15 September 2014

Akuntansi dalam kata

AKUNTANSI dalam bahasa Inggris -bahasa asalnya- diwakili oleh dua kata: accountancy dan accounting. Accountancy yang di-Indonesia-kan menjadi akuntansi menunjukkan makna ilmu (teori), sedangkan accounting yang di-Indonesia-kan menjadi akunting menunjukkan makna praktik.

Akuntansi membahas teori yang menjadi dasar praktik akuntansi, seperti prinsip, postulat, dan lainnya, sedangkan akunting membahas praktik secara teknis dari jurnal hingga laporan keuangan. Untuk menjamin keselarasan antara ilmu dan praktik (akuntansi dan akunting) maka dibukukanlah Standar Akuntansi.